seorang anak manusia,,
mengatur pandangan, jauh dan terus menerawang..
Lantang teriakannya,,
Lihaat,,!!!
Pagi ini ia menyapa saya...
ramah tapi masih malu-malu..
titah nyaa..
sepertinya ia terlihat begitu bangga,,
Hari ini hendak merajut kembali persahabatan antara mereka..
Pagi ini,,
Embun berLenggok indah, memberi Rona indah pada pagi..
berbagi sejuta kesejukkan pada makhluk Bumi..
tak terlihat lagi Arogansi alam yang kemarin masih menyapa..
Hari ini, semua sepertinya Larut dalam keriangan..
Bertahankah??
Bertahankah??
Anak itu,,
mencoba menyelinapkan pandangan di balik tirai..
yang Kusut namun terlihat cerah karena Pantulan mentari..
mencoba menyelinapkan pandangan di balik tirai..
yang Kusut namun terlihat cerah karena Pantulan mentari..
DiDepan nya ia meluruskan pandangan..
selintas ia berpikir..
kemana anak-anak yang mengulur layangan disini kemariin??
Tak terlihat lagi...
tempat itu kini berganti menjadi danau buatan..
bekas Hujan kemariin...
Jerniih airnyaa...
berkilau mendapat seberkas sinar fajar pagi..
Ia melambaikan tangan nya..
Pagii yang sangatt Ramahhh....
Wajah anak manusia itu,
sepetinya tak lagi lesu..
Ia mulaii mengerti, setelah ada Gelap pasti ada terang..
Seteleh Hujan pasti berganti mentari..
Dan ia Tahu,,
Seusai Kesedihan Pasti akan ada Kebahagiaan...
Sekarang,,
guratan Garis wajah nya,.,,
mulai memahat sebuah senyum..
Manis..
Manis,,
dan Semakin Maniis...
Manis,,
dan Semakin Maniis...
Diantara samar bayangan..
Nampak gariis Lengkung nan Indah..
"Pelangii"
Nampak gariis Lengkung nan Indah..
"Pelangii"
Menyeruakkan keindahan warna,,,
Sapaan sopan dan bersahabat,,,,
dan...
anak manusia itu..
kini Sumringah menatap pagii yang begitu indah,,
karena luapan berkah dari sang Illahi...
karena luapan berkah dari sang Illahi...
:')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar